PROTEKS SINYAL SEBAGAI SOLUSI BAGI GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DAN BUDI PEKERTI DALAM PEMBELAJARAN TAHSIN AL QUR’AN DI MASA PANDEMI COVID – 19

Authors

  • Syukri Ahmad Dinas Pendidikan Kota Cilegon

Keywords:

Proteksi sinyal, ekstensi, tahsin, lembar pantau, kesadaran wali siswa

Abstract

Pandemi Corona Virus Disease (Covid) 19 yang melanda dunia dalam dua tahun  terakhir, termasuk Indonesia, berdampak serius pada kegiatan pembelajaran di sekolah, termasuk di dalamnya pembelajaran tahsin Al Qur’an. Padahal, tahsin Al Qur’an menempati posisi strategis dalam pembelajaran PAI sub Al Qur’an. Pembelajaran tahsin itu sendiri sebelum pandemi dilakukan secara tatap muka langsung, sementara di masa pandemi regulasi pemerintah tidak mengijinkan pembelajaran secara tatap muka. Sebagai pengawas PAI, penulis merasa terpanggil mencari solusi dengan meluncurkan Proteks Sinyal sebagai jawaban pelaksanaan tahsin Al Qur’an di masa pandemi.

Rumusan masalahnya adalah : 1) Apa hakikat dari proteks Sinyal? 2) Bagaimana pelaksanaan Proteks Sinyal di masa pandemi? 3) Apa dampak positif dari proteks sinyal 4) Kendala apa saja yang muncul dan bagaimana solusinya.

Tujuan dari penulisan best practice ini adalah : 1) untuk mengetahui tentang hakikat dari proteks sinyal, 2) Untuk mengetahui pelaksanaan proteks sinyal di masa pandemi, 3) untuk mengetahui dampak positif proteks sinyal, dan 4) untuk mengetahui kendala dan solusi dari proteks sinyal.

Metode yang digunakan dalam pengumpulan data adalah studi dokumen, wawancara, dan angket. Sedangkan metode analisis yang digunakan adalah analisis kualitatif deskriptif.

Simpulan yang dapat ditarik dari laporan best practice ini adalah pertama, proteks sinyal merupakan program tahsin al Qur’an yang diterapkan untuk siswa SMP Kota Cilegon yang belum mampu membaca Al Qur’an dengan baik, bersifat percepatan (ekstensi), dan bersifat ekstrakurikuler wajib. Kedua, pelaksanaan proteks sinyal di masa pandemic adalah bekerja sama dengan orang tua siswa. Guru sifatnya memantau melalui lembar pantau untuk mengetahui progress belajar siswa. Orang tua dapat langsung mengajari anaknya atau mempercayakan kepada ustadz setempat sebagai guru mengajinya. Ketiga, dampak positif yang dirasakan dari program ini adalah peserta didik termotivasi untuk menuntaskan belajar membaca Al Qur’an, karena di akhir program ini ada munaqosyah untuk menentukan lulus tidaknya dalam program ini. Bagi yang lulus akan mendapat sertifikat dari sekolah yang ditandatangani oleh kepala sekolahnya. Keempat, kendala yang muncul dari pelaksanaan proteks sinyal adalah sebagian wali siswa belum memiliki kesadaran tinggi terhadap pentingnya pendidikan Al Qur’an, sehingga solusi yang diharapkan adalah meningkatkan kesadaran orang tua/wali murid akan pentingnya pendidikan Al Qur’an.

 

Downloads

Download data is not yet available.

References

Ahmad, Annuri.Panduan Tahsin Tilawah Alquran dan Ilmu Tajwid, Jakarta: Pustaka Al-Kautsar. 2010.

Anas,Sudijono.PengantarStatistik Pendidikan, Jakarta:RajawaliPers. 2010. Departemen Pendidikan Nasional. Kamus Besar Bahasa Indonesia, Jakarta: Balai

Pustaka. 2001.

Firman, Afifuddin Saleh. Sejukkan Hatimu Dengan Al-Qur‟an, Bandung: AWQAT Publishing. 2006.

Hadjar, Ibnu.Dasar-dasar Metodologi Penelitian Kwantitas dalam Pendidikan, Jakarta: Rajawali Press. 1999.

Irfan, Supandi. Agar Bacaan Al-Qur‟an Tak Sia-Sia, Solo: Tinta Medina. 2013.

Ismail.Strategi Pembelajaran Agama Islam Berbasis PAIKEM, Semarang: RaSail

Media Goup. 2008.

John M. Ecols, Hasan Sadily.Kamus Inggris Indonesia, Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama. 1976.

Junaidi. Belajar tajwid, Yogyakarta: CV. Bildung Nusantara. 2018.

Kasmadi dan Nia, Siti Sunariah. Panduan Modern Penelitian Kuantitatif,

Bandung:Alfabeta. 2014.

Lim, Abdurohim Acep.Pedoman Ilmu Tajwid Lengkap, Bandung: Diponegoro.

Maktabah Syamilah. Alifun Harfun, Sunan At-Tirmidzi, Jilid: 10, No. 2835.

Muhammad, bin Muhammad Syuhbah. Etika Membaca Dan Mempelajari Al- Qur‟an Al-Karim, Bandung: CV Pustaka Setia. 2016.

Muhammad, Nurdin.Kiat menjadi guru profesional, Jogjakarta: Prismashophie.

Munawwir, Ahmad Warson. Al-Munawwir Kamus Arab indonesia, Surabaya: Pustaka Progressif. 1997.

Mursyid, Fajar Hasan. At-Tahsiin, Medan. 2014.

Nana, Syaodih Sukmadinata.Metode Penelitian Pendidikan, Bandung: PT. Remaja Rosdakarya. 2010.

Nasution, Sangkot. “Variabel Penelitian”. Jurnal Program Studi Pendidikan Guru Raudhatul Athfal (PGRA). Raudhah. No. 2. Volume 5. 2017.

Peraturan Daerah Kota Cilegon No. 1 Tahun 2008 Wajib Belajar Madrasah Diniyah Takmiliyah

Peraturan Walikota Cilegon No. 44 tahun 2011 tentang Wajib Belajar Pendidikan Diniyah

Peraturan Walikota Cilegon No. 25 Tahun 2014 tentang Perubahan Peraturan Walikota Cilegon No. 44 tahun 2011 tentang Wajib Belajar Pendidikan Diniyah

Rauf, Abdul Aziz Abdur. Pedoman Daurah Al-Qur‟an, Jakarta: Markaz Al- Qur‟an. 2014.

Sugiyono.Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif dan R & D, Bandung: Alfabeta. 2017.

Sugiyono.StatistikUntukPenelitian, Bandung:Alfabeta,2016.

WJS, Poerwadarminto. Kamus Umum Bahasa Indonesia, Jakarta: Balai Pustaka.1987.

Yasir, Muhammad dan Jamaruddin, Ade. Studi Al-Quran, Pekanbaru: Asa Riau. 2016

Downloads

Published

2023-12-20

How to Cite

Ahmad, S. (2023) “PROTEKS SINYAL SEBAGAI SOLUSI BAGI GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DAN BUDI PEKERTI DALAM PEMBELAJARAN TAHSIN AL QUR’AN DI MASA PANDEMI COVID – 19”, Adz-Zikr : Jurnal Pendidikan Agama Islam, 7(2). Available at: https://ejournal.stitalkhairiyah.ac.id/index.php/adzzikr/article/view/122 (Accessed: 25April2024).

Issue

Section

Articles